Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar Pelatihan Video Editing secara daring melalui Zoom, Minggu (8/2/2026) malam.
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar Pelatihan Video Editing secara daring melalui Zoom, Minggu (8/2/2026) malam.

 

Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (UNISA) Yogyakarta berkolaborasi dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Malaysia menggelar Pelatihan Video Editing secara daring melalui Zoom, Ahad (8/2/2026) malam. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang mayoritas berasal dari Pengurus PCIM Malaysia, Warga Muhammadiyah Malaysia, serta Mahasiswa UNISA Yogyakarta.

Pelatihan bertajuk “Belajar Editing Kreatif dari Nol!” ini menghadirkan dua pemateri, yakni Hari Akbar Sugiantoro, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta, serta Paris Muhammad, Staf Humas UNISA Yogyakarta. Keduanya membagikan materi seputar teknik dasar editing video, penguatan storytelling visual, hingga praktik langsung menggunakan perangkat lunak editing yang umum digunakan.

Dalam pemaparannya, Hari Akbar Sugiantoro menekankan pentingnya kemampuan mengolah konten visual di era digital, khususnya bagi organisasi Muhammadiyah sebagai media dakwah. Ia mengajak peserta untuk mulai memanfaatkan perangkat sederhana, seperti smartphone, sebagai alat utama dalam memproduksi konten.

“Mempelajari smartphone cinematography penting karena membantu menghasilkan konten video yang berkualitas dan profesional hanya dengan smartphone, melalui pemahaman teknik visual, produksi, dan editing yang relevan dengan kebutuhan komunikasi digital saat ini,” ujar Hari, Ahad (8/2/2026)

Sementara itu, Paris Muhammad menyampaikan pandangan senada mengenai pentingnya penguasaan komunikasi digital. Dalam konteks dakwah, media sosial dinilai mampu menjangkau khalayak yang lebih luas. Paris mencontohkan sejumlah akun media sosial masjid di Instagram yang berhasil meraih pengikut hingga ratusan ribu orang. Hal ini menunjukkan bahwa audiens di dunia maya sangat potensial untuk dijadikan sasaran dakwah.

“Jika sebelumnya PCIM Malaysia berhasil memiliki blog terbaik, maka ke depan diharapkan juga mampu memiliki media sosial terbaik,” ucap Paris.

Menjawab Tantangan Dakwah Era Digital

Ketua PCIM Malaysia, Fauzi Fatkhur, menyebut pelatihan ini penting dalam pergulatan dakwah, khususnya bagi Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PCIM Malaysia. Menurutnya, penggunaan video pendek sebagai media dakwah telah menjadi tren yang tidak boleh diabaikan. Melalui pelatihan daring ini, Fauzi berharap jajaran PCIM Malaysia mampu menjadikan media sosial sebagai sarana syiar Islam yang efektif.

“Dengan adanya webinar pada malam hari ini, insyaallah akan menambah pengetahuan kawan-kawan PCIM Malaysia, terutama MPI, dalam menyebarkan dakwah dan kegiatan PCIM agar syiar dapat menjangkau seluruh warga Muhammadiyah,” ujar Fauzi dalam sambutannya.

Sementara itu, Wakil Ketua PCIM Malaysia yang membidangi MPI, Zeldy Suryadi, menjelaskan bahwa pelatihan ini sejatinya tidak hanya membahas aspek teknis penggunaan aplikasi, tetapi juga berfungsi sebagai penguatan strategi dakwah, khususnya bagi PCIM Malaysia.

“Menggunakan berbagai tools saat ini sudah menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan. Dengan video yang efektif, dakwah yang ingin kita sebarkan bisa menjadi lebih relevan, persuasif, dan menjangkau masyarakat luas,” ujar Zeldy. Ia berharap dakwah PCIM Malaysia dapat menjangkau khalayak yang lebih luas, baik di dalam maupun di luar lingkungan warga Muhammadiyah Malaysia.

Mewakili PCIM Malaysia, Zeldy juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada UNISA Yogyakarta atas terselenggaranya pelatihan video editing bagi jajaran pengurus PCIM Malaysia. Ia berharap kegiatan pelatihan komunikasi digital seperti ini dapat terus berlanjut, mengingat masih banyak pengetahuan yang perlu diserap sebagai bekal dakwah MPI PCIM Malaysia.

“Kepada warga PCIM Malaysia, setelah berakhirnya pelatihan ini, mari kita ‘berteriak’ secara visual dengan lebih efisien—dalam arti berdakwah secara lebih elegan dan profesional. Mari kita serap ilmu dari Bapak-Bapak UNISA Yogyakarta dengan sebaik-baiknya,” pungkas Zeldy.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *