Dosen Ilmu Komunikasi, Dias Regian Pinkan saat mempresentasikan hasil penelitian dalam Jogjakarta Communication Conference, di Malaysia.
Dosen Ilmu Komunikasi, Dias Regian Pinkan saat mempresentasikan hasil penelitian dalam Jogjakarta Communication Conference, di Malaysia.

Malaysia — Sivitas akademika Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta turut berpartisipasi dalam ajang Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 yang diselenggarakan di Penang, Malaysia, Rabu (15/4/2026) – Jumat (17/4/2026). Konferensi internasional ini menghadirkan forum diskusi ilmiah lintas negara yang dipadukan dengan kegiatan pengabdian kepada masyarakat global. Keikutsertaan UNISA Yogyakarta menjadi bagian dari upaya memperluas jejaring akademik sekaligus meningkatkan kontribusi riset di tingkat internasional.

JCC merupakan agenda tahunan yang diinisiasi oleh APIK-PTMA (Asosiasi Perguruan Tinggi Ilmu Komunikasi Muhammadiyah dan Aisyiyah). Meski mengusung nama Jogjakarta, dalam dua tahun terakhir konferensi ini diselenggarakan di luar negeri sebagai upaya memperluas jejaring global. Setelah sebelumnya berlangsung di Kuala Lumpur, tahun ini JCC digelar di Penang, dan direncanakan akan berlanjut ke negara lain pada tahun mendatang. Kegiatan ini juga menjadi wadah strategis bagi akademisi untuk mempresentasikan riset sekaligus membangun kolaborasi internasional.

Dalam koferensi tersebut, Prodi Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta diwakili oleh dua dosen, yakni Rinta Arina Manasikana dan Dias Regian Pinkan. Keduanya turut mempresentasikan hasil penelitian aktual mereka di bidang Komunikasi. Rinta, bersama dosen Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta, Raditia Yudistira Sujanto, mengangkat topik mengenai representasi empati oleh pejabat publik di media sosial. Penelitian tersebut berfokus pada kasus bencana banjir Sumatra tahun 2025, dengan objek kajian akun Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, serta anggota DPR RI, Verrel Bramasta.

Sementara itu, Dias Regian Pinkan mempresentasikan hasil kajiannya bersama Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta, Hari Akbar Sugiantoro, yang membahas implementasi public relations di Museum Sandi, Yogyakarta.

“Mengingat saat ini minat masyarakat untuk berkunjung ke museum cenderung menurun, kami melihat bagaimana Museum Sandi memanfaatkan media sosial untuk berinteraksi dengan pengunjung maupun calon pengunjung,” ujar Dias dalam wawancara, Selasa (21/4/2026).

Dias dan Hari Akbar juga mengkaji hasil implementasi program akun media sosial Museum Sandi, seperti “Selasa Cyber” dan “Kamis Sejarah”, dalam meningkatkan engagement Museum tersebut.

Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 yang diselenggarakan di Malaysia.
Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026 yang diselenggarakan di Malaysia.

Selain konferensi, rangkaian kegiatan JCC juga mencakup pengabdian kepada masyarakat yang berkolaborasi dengan Universiti Muhammadiyah Malaysia (UMAM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM), dan Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Malaysia. Para Peserta dibagi ke dalam beberapa tim dan diterjunkan ke lokasi berbeda di Penang. Dalam kegiatan ini, peserta memberikan edukasi kepada anak-anak terkait pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak.

Kegiatan lain yang tak kalah penting adalah kunjungan para peserta ke sejumlah perguruan tinggi di Malaysia, seperti Universiti Teknologi MARA (UiTM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dan Universiti Sains Malaysia (USM). Kunjungan ini bertujuan membuka peluang kerja sama internasional di bidang pendidikan dan penelitian.

Mahasiswa Turut Berpartisipasi dalam JCC 2026

Tidak hanya dosen, mahasiswa Ilmu Komunikasi Unisa Yogyakarta  juga turut ambil bagian dalam kegiatan JCC 2026. Sebanyak enam mahasiswa semester akhir berpartisipasi dengan mempresentasikan hasil penelitian mereka secara daring.

Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026.
Jogjakarta Communication Conference (JCC) 2026.

Enam mahasiswa tersebut antara lain Fatiya Aulia Muthmainnah yang mengangkat kajian tentang representasi kekerasan dan pandangan terhadap laki-laki dalam novel Woman at Point Zero karya Nawal El Saadawi dengan perspektif Simone de Beauvoir. Muhammad Zufarraffif Faizaristo, meneliti konstruksi sosial kekuasaan dan resistensi dalam anime Dressrosa Arc of One Piece melalui pendekatan Foucauldian.

Lalu ada Arliza Farah Az Zahra, membahas sensemaking sebagai praktik budaya dalam mengelola ambiguitas komunikasi organisasi melalui studi etnografi di Prospect Institute. Ida Kusuma Ningrum yang menganalisis framing pemberitaan kematian Affan Kurniawan di media daring Kompas.com dan Detik.com periode 28–31 Agustus 2025.

Selanjutnya ada Muhammad Iqbal mengkaji model komunikasi partisipatif dalam memperkuat kemitraan antara PT Sukses Mantap Sejahtera dan petani tebu di Kabupaten Dompu. Kemudian, Larasati Atha Cantika membahas strategi konvergensi media Radio Republik Indonesia Yogyakarta dalam menjangkau Generasi Z.

Rinta dan Dias, selaku dosen pembimbing mahasiswa tersebut menjelaskan keikutsertaan mereka dalam program ini menjadi bagian jalur publikasi yang dapat memuluskan proses kelulusan mahasiswa. Partisipasi dalam JCC memberikan banyak keuntungan, terutama bagi mahasiswa. Selain sebagai sarana diseminasi penelitian, kegiatan ini juga melatih kemampuan akademik seperti penulisan jurnal, penggunaan bahasa Inggris, dan keterampilan presentasi.

“Kami selalu mendorong mahasiswa untuk mengikuti JCC karena mereka bisa belajar banyak hal, mulai dari penulisan jurnal dengan berbagai template sampai penggunaan bahasa Inggris dalam penulisan maupun presentasi. Jadi ada lebih banyak hal yang bisa digali oleh mahasiswa. Oleh sebab itu, disarankan banget untuk teman-teman dari Ilmu Komunikasi UNISA Yogyakarta untuk bisa ikut (JCC),” ujar Dias dan Rinta. (Juli Suhaidi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *