Ilustrasi komunikasi.
Ilustrasi komunikasi.

 

Mengapa Kita Berkomunikasi? Berikut Penjelasan Fungsi Komunikasi pada Manusia

Kita mungkin pernah bertanya, mengapa manusia berkomunikasi? Apa sebenarnya fungsi komunikasi dalam kehidupan manusia? Sekilas, pertanyaan tersebut tampak sederhana dan tidak terlalu penting. Akan tetapi, bagi para ahli, pertanyaan ini sangat luas dan dapat ditinjau dari berbagai sudut pandang sehingga tidak mudah dijawab secara singkat.

Dari perspektif agama Islam, kita memahami bahwa Allah-lah yang mengajarkan manusia untuk berkomunikasi melalui akal yang dianugerahkan kepada kita. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an: “ (Allah) Yang Maha Pengasih, yang telah mengajarkan Al-Qur’an, Dia menciptakan manusia, mengajarnya pandai berbicara.” (Ar-Rahman: 1–4).

Dari sudut pandang para pakar Ilmu Komunikasi, terdapat beragam penjelasan mengenai hakikat fungsi komunikasi dalam kehidupan manusia. Dadang Suryana (2000) dalam bukunya Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar menjelaskan bahwa para pakar mengemukakan fungsi komunikasi yang berbeda-beda, meskipun dalam beberapa hal terdapat kesamaan dan tumpang tindih.

Menurut Thomas M. Scheidel, manusia berkomunikasi untuk menyatakan dan membangun identitas diri, menjalin kontak sosial, serta memengaruhi orang lain. Namun, tujuan dasarnya adalah untuk mengendalikan lingkungan fisik dan psikologis.

Sementara itu, Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson mengemukakan bahwa komunikasi memiliki dua fungsi umum. Pertama, untuk kelangsungan hidup individu, seperti menjaga keselamatan fisik, mengekspresikan diri, dan mencapai ambisi. Kedua, untuk kelangsungan hidup masyarakat, yakni memperbaiki hubungan sosial dan mengembangkan keberadaan suatu komunitas.

Dalam tulisan ini, kita akan mengenal empat fungsi komunikasi berdasarkan kerangka yang dikemukakan oleh William I. Gorden, yaitu komunikasi sosial, komunikasi ekspresif, komunikasi ritual, dan komunikasi instrumental. Keempat fungsi ini saling berkelindan dan tidak saling meniadakan.

Fungsi Komunikasi Sosial

Fungsi ini menunjukkan bahwa komunikasi penting bagi individu untuk membangun konsep diri, melakukan aktualisasi diri, mempertahankan kelangsungan hidup, memperoleh kebahagiaan, serta mengurangi ketegangan melalui hubungan dengan orang lain. Melalui komunikasi, manusia bekerja sama dengan anggota masyarakat untuk mencapai tujuan bersama.

Seseorang yang tidak pernah berkomunikasi dengan orang lain dapat mengalami kesulitan menempatkan diri dalam lingkungan sosialnya. Komunikasilah yang memungkinkan kita belajar beradaptasi dengan realitas lingkungan sekitar. Cara-cara berperilaku dan memahami norma sosial kita peroleh melalui interaksi dengan keluarga, teman, guru, dan masyarakat.

Dalam fungsi ini, komunikasi membantu individu untuk mengenal dan dikenal orang lain, menyesuaikan diri dengan norma serta nilai masyarakat, membentuk jaringan sosial, serta meneguhkan peran dan status dalam kelompok.

Fungsi Komunikasi Ekspresif

Fungsi ini berkaitan dengan kebutuhan individu untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran. Komunikasi ekspresif tidak selalu bertujuan memengaruhi orang lain, tetapi dapat dilakukan semata-mata untuk mengekspresikan emosi.

Contohnya adalah tangisan ketika patah hati, senyum saat bahagia, curahan hati kepada teman, atau karya seni seperti puisi dan musik. Semua itu merupakan bentuk penyaluran perasaan melalui komunikasi. Dengan mengekspresikan diri, manusia dapat mengurangi tekanan batin, memperoleh dukungan emosional, serta membangun kedekatan interpersonal.

Fungsi Komunikasi Ritual

Fungsi ini biasanya dilakukan secara kolektif dalam masyarakat. Komunikasi ritual berkaitan dengan kebiasaan, tradisi, dan simbol-simbol budaya. Dalam konteks ini, komunikasi tidak selalu bertujuan menyampaikan informasi baru, melainkan memperkuat ikatan sosial dan menegaskan identitas kolektif.

Contohnya adalah upacara kelahiran, khitanan, Maulid Nabi, siraman, pernikahan, dan berbagai perayaan lainnya. Semua kegiatan tersebut sarat dengan simbol yang diyakini dan dimaknai oleh para pelakunya. Melalui partisipasi dalam ritual, individu menegaskan komitmen terhadap tradisi keluarga, komunitas, suku, bangsa, ideologi, maupun agama.

Fungsi Komunikasi Instrumental

Komunikasi instrumental bertujuan untuk menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap dan keyakinan, memengaruhi perilaku, serta menghibur. Singkatnya, fungsi ini bersifat persuasif.

Fungsi komunikasi instrumental banyak digunakan dalam pendidikan, dakwah, kampanye politik, periklanan, hingga kepemimpinan organisasi. Dalam konteks ini, komunikasi dirancang secara strategis dan terencana untuk mencapai tujuan tertentu. Hal ini berbeda dengan komunikasi ekspresif yang cenderung spontan dan lebih berfokus pada pengungkapan perasaan.

Secara keseluruhan, keempat fungsi tersebut menunjukkan bahwa komunikasi bukan sekadar aktivitas berbicara atau bertukar pesan. Komunikasi adalah landasan dasar kehidupan manusia, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.

 

Referensi:

Suryana, D. (2000). Ilmu komunikasi: Suatu pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *