Antariksa Ilmu Komunikasi Universitas 'Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.
Antariksa Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta.

Suasana berbeda terasa di SMK Negeri 2 Gedangsari, Gunungkidul, ketika puluhan siswa berkumpul mengikuti program edukasi yang diadakan Antariksa (Ajang Kreativitas Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNISA).

Kegiatan yang digelar pada Selasa, 28 April 2026 itu menghadirkan materi seputar bahaya judi online secara interaktif dan menyenangkan, Program ini mengusung tema “Stop Clicking Start Living”, sekaligus menjadi pengingat nyata betapa seriusnya ancaman judi daring bagi generasi muda di era digital ini.

Siswa Makin Melek Bahaya Judi Online

Materi yang disampaikan dalam program Antariksa mencakup pengenalan judi online, cara kerja iklan judi online yang kerap tersebar, hingga langkah-langkah praktis melindungi diri dari jeratan judi online di dunia digital. Para fasilitator menyampaikan materi secara interaktif, membuka ruang diskusi yang hangat bersama para siswa.

Tak hanya itu, peserta juga dibekali pemahaman mendalam tentang cara kerja iklan judi online yang kian hari kian sulit dikenali. Banyak iklan judi online kini berkamuflase sebagai konten hiburan, aplikasi permainan biasa, atau bahkan promo hadiah berkedok kuis berhadiah yang tersebar masif di berbagai platform media sosial.

Para fasilitator menekankan bahwa justru iklan-iklan yang tidak secara terang-terangan mencantumkan kata “judi” itulah yang paling berbahaya, karena mampu menjebak pengguna yang belum memiliki literasi digital yang memadai.

Selain materi tentang pengenalan dan modus operandi judi online, program Antariksa juga membekali siswa dengan langkah-langkah praktis perlindungan diri di dunia digital. Mulai dari cara memblokir akun atau nomor yang mencurigakan.

Tidak sembarangan mengklik tautan dari sumber tidak dikenal, hingga bagaimana melaporkan konten judi online kepada pihak berwenang maupun orang tua. Seluruh materi dikemas secara interaktif dengan pendekatan yang dekat dengan keseharian remaja, sehingga mudah dipahami dan langsung bisa dipraktekkan.

Salah satu peserta yang turut aktif berbicara adalah Daffa Aji Maulana, siswa kelas 10 TKR A. Mengaku sudah tidak asing dengan dunia judi online, bukan karena ia pernah mencobanya, melainkan karena paparan konten dan ajakan bermain judi Online datang begitu sering dan dari berbagai arah. Ajakan itu tidak hanya datang dari teman sebaya secara langsung, tetapi juga muncul melalui media sosial seperti TikTok dan YouTube yang setiap hari ia gunakan.

Daffa pun berbagi pandangannya soal jenis iklan judi online yang menurutnya paling berbahaya dan paling sulit dihindari oleh teman-teman seusianya. Pengamatannya sederhana namun tajam: bukan iklan yang terang-terangan memajang kata “judi” yang paling mengancam, melainkan iklan biasa yang secara halus menggiring penggunanya menuju platform judi online tanpa mereka sadari. “Iklan yang biasa, Kak, yang justru lebih berbahaya. Kalau orang-orang yang belum tahu atau belum paham bisa terjerumus. Beda dengan iklan yang sudah jelas-jelas itu judi online orang langsung waspada,” Ujar Daffa dengan percaya diri.

Daffa juga menjelaskan mengapa iklan judi online terlihat sangat menarik bagi remaja seusianya. Iming-iming mendapatkan uang secara instan menjadi daya pikat utama yang sulit diabaikan oleh kaum muda yang masih dalam tahap mencari jati diri. Namun berkat program Antariksa, Daffa kini tahu cara menghadapinya.

“Kalau ada tautan dari orang tidak dikenal, yang pertama saya blokir dulu, lalu hapus nomor atau sumbernya supaya tidak semakin tersebar,” Ujar Daffa sambil tersenyum.

Harapan: Program Lebih Intens dan Menjangkau Semua Kelas

Program Antariksa disambut hangat oleh pihak sekolah. Guru Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Heru Purwanto selaku mengampu pendidikan jasmani kesehatan olahraga, mengungkapkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung kehadiran program ini. Menurutnya, maraknya judi online di kalangan remaja menjadi kekhawatiran serius bagi para pendidik.

“Guru-guru kami sangat setuju mengikuti kegiatan ini. Dengan maraknya judi online, kami sangat mendukung ketika program ini hadir di sekolah kami. Pengetahuan anak-anak tentang judi online sangat terbatas, apalagi di era digital seperti ini. Maraknya judi Online sangat mengancam masa depan remaja yang ada di sekolah kami,” ujar Heru dengan nada serius namun penuh harap.

Di balik antusiasme yang besar, Heru Purwanto menyampaikan saran konstruktif agar program Antariksa dapat memberikan dampak yang lebih maksimal ke depannya. Ia berharap program serupa tidak hanya digelar secara umum di aula, tetapi juga bisa menyentuh langsung tiap kelas secara lebih intens.

“Saran saya, mungkin bisa lebih diintensifkan lagi durasinya, dan bisa masuk ke kelas-kelas. Kalau dilakukan secara umum seperti ini, dengan kondisi sekolah yang belum sempurna, otomatis konsentrasi anak-anak pun belum maksimal,” ujar Heru dengan penuh harap.

Menyenangkan Sekaligus Mendidik

Terlepas dari kekurangan teknis di lapangan, kesan yang ditinggalkan program Antariksa di benak para siswa SMK N 2 Gedangsari sangat positif. Daffa Aji Maulana mengungkapkan pengalamannya mengikuti kegiatan ini dengan antusias. “Menyenangkan sekaligus memberikan edukasi tentang bahayanya judi online,” Ujar Daffa singkat namun bermakna.

Melalui Antariksa Goes to School, Program Antariksa menjadi bukti nyata bahwa pendekatan edukatif yang menyenangkan dapat menjadi senjata ampuh dalam melindungi generasi muda dari jerat judi online.

Di tengah derasnya arus digitalisasi yang membawa berbagai kemudahan sekaligus jebakan, kehadiran program seperti ini di sekolah-sekolah bukan sekadar kebutuhan melainkan sebuah keniscayaan. SMK N 2 Gedangsari pun berharap, langkah kecil ini bisa menjadi awal dari perubahan besar bagi masa depan para pelajar Indonesia yang bebas dari jeratan judi online.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *